Apakah anda tahu hari apakah yang paling penting tersebut?
Apakah hari dimana kita wisuda, apakah hari dimana kita menikah, apakah hari dimana kita meraih kesuksesan?
Hari terpenting dalam hidup kita menurut saya ada dua yaitu hari ketika kita lahir di dunia dan hari ketika menjelang kematian.
Hari Ketika Kita Lahir:
kita terlahir sebagai manusia yang suci untuk seterusnya yang menentukan mau menjadi apakah kita dan seperti apakah kita itu tergantung pada diri sendiri. apakah kita sangat bersyukur terhadap nikmat yang Allah berikan kepada kita, jika kita memang bersyukur maka kita akan mendekatkan diri kepada-Nya dan menjadi manusia yang memberikan kebaikan sesama umat. Namun Jika kita mengingkari nikmat ini maka tentunya kita hanya menyia-nyiakan hidup ini dengan terus menerus berbuat dosa dan maksiat menuruti hawa nafsu duniawi tanpa ada penyesalan sama sekali. Tentu anda dan saya tidak ingin masuk dalam golongan orang kurang bersyukur. Ya Allah, jauhkanlah hamba dari perbuatan yang sedemikian.
Hari Ketika Menjelang Ajal:
Baru saja saya melihat acara talkshow yang menceritakan pengakuan orang yang pernah mati suri. Orang tersebut (sengaja tidak saya sebutkan namanya) mengaku betapa sakitnya kematian itu, serasa jantung ditusuk pedang dan serasa dikuliti hidup-hidup, padahal menurut padangan saya orang yang mati suri tersebut termasuk orang yang beramal sholeh namun tetap merasakan pedihnya kematian itu.
Lalu, orang tersebut menceritakan pengalamannya tersebut setelah dicabut nyawanya ia melihat dirinya terbaring dan kemudian datang dua orang berwujud laki menggunakan pakaian putih seperti ikhram bertanya kepadanya
Tanya : Man Rabbuka? (siapa Tuhan kamu?)
Jawab : Allahu Rabbi (Allah Tuhanku)
Tanya : Man Nabiyyuka? (Siapa Nabimu?)
Jawab: Muhammadun Nabiyyi (Muhamad Nabiku)
Tanya : Ma Dinuka? (apa agamamu?)
Jawab: Al-Islamu dini. (Islam agamaku)
Tanya : Man Imamuka? (siapa imammu?)
Jawab: Al-Quran Imami. (Al-Quran Imamku)
Tanya : Aina Qiblatuka? (Dimana kiblatmu?)
Jawab: Al-Ka'batu Qiblati (Ka'bah Kiblatku)
Tanya : Man Ikhwanuka? (siapa saudaramu?)
Jawab: Al-Muslimun wal-Muslimat Ikhwani (muslimin dan muslimah saudaraku)
Kemudian, orang tersebut didudukan dikursi yang sangat empuk. lalu datang seorang wanita cantik berjilbab. orang tersebut bertanya siapakah dirimu? wanita tersebut menjawab aku adalah amal perbuatan baikmu. kemudian orang tersebut diperlihatkan bagaimana keadaan alam kubur . dia meliha ada orang yang memikul beban berat dengan darah mengucur ditubuhnya, lalu ia bertanya siapakah orang tersebut. malaikat menjawab orang tersebut adalah orang yang pada semasa hidupnya suka membunuh. kemudian ia melihat orang yang kulit dan dagingnya terkelupas, ia bertanya siapakah orang itu. malaikat menjawab orang tersebut adalah orang yang tidak pernah menjalankan sholat bahkan diakhir hayatnya pun tidak menyebut nama Allah. Kemudia ia juga menyaksikan orang yang ditusuk kemaluannya dengan besi panas, lalu ia bertanya lagi siapakah orang itu, malaikat menjawab orang tersebut adalah pezinah.
setelah melihat hal-hal tersebut ia ingin berjumpa dengan ayahnya yang telah lama meninggal pada usia 60an tahun, ia berjumpa namun usianya tidak tua melainkan masih muda yaitu sekitar 20an tahun. kemudian Ayahnya menangis dan berkata "untuk apa kamu datang kemari nak, pulanglah di rumah tidak ada orang " seketika setelah ia bertemu ayahnya jantungnya berdetak dan gelap gulita setelah terbangun ia telah berada di rumah sakit.
Dari pengakuan orang yang pernah mati suri tersebut dapat diambil pelajaran mumpung kita masih hidup janganlah sia-siakan hidup yang diberikan oleh Allah kepada kita. Perbanyaklah ibadah dan amal shaleh, jauhilah segala bentuk larangannya agar kita tidak termasuk orang-orang yang merugi.
maka Allah berfirman dalam Surat Ali 'Imran Ayat 185:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ
النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka
dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali 'Imran: 185)
Semoga kita termasuk orang-orang yang Husnul Qotimah. Amin Ya Allah
saya bertanya-tanya, apa tujuan hidup kita sebenarnya?
Sebagian besar orang ingin hidup makmur sejahtera dan selamat dunia akhirat, tidak jarang kita bekerja keras siang dan malam demi meraih apa yang kita inginkan itu. Setelah memiliki semua yang kita inginkan, lalu muncul keinginan baru. untuk itu kah hidup kita? hanya untuk memenuhi keinginan-keinginan
Ada juga yang hidupnya hanya mencari kesenangan dan kesenangan sehingga larut dalam kesenangan terserbut.
kemudian saya berpikir alangkah ruginya saya hidup tanpa memberi manfaat kepada orang lain, saya ini kan manusia paling tidak saya bisa hidup lurus dan memberikan manfaat kepada yang lain sehingga hidup saya ini tidak sia-sia.
Dalam ukiran sejarah berapa penguasa dan berapa jendral yang telah menumpahkan darah orang-orang yang tidak berdosa demi memuluskan jalan ambisinya agar namanya dikenang, saya kira itu sia-sia juga toh ada juga yang melupakan bahkan tidak kenal dengan mereka.
Dalam kegalauan ini kemudian entah mengapa saya tersadar dan membaca Alquran surah Al Ashr:
Allah ta’ala berfirman,
Sebagian besar orang ingin hidup makmur sejahtera dan selamat dunia akhirat, tidak jarang kita bekerja keras siang dan malam demi meraih apa yang kita inginkan itu. Setelah memiliki semua yang kita inginkan, lalu muncul keinginan baru. untuk itu kah hidup kita? hanya untuk memenuhi keinginan-keinginan
Ada juga yang hidupnya hanya mencari kesenangan dan kesenangan sehingga larut dalam kesenangan terserbut.
kemudian saya berpikir alangkah ruginya saya hidup tanpa memberi manfaat kepada orang lain, saya ini kan manusia paling tidak saya bisa hidup lurus dan memberikan manfaat kepada yang lain sehingga hidup saya ini tidak sia-sia.
Dalam ukiran sejarah berapa penguasa dan berapa jendral yang telah menumpahkan darah orang-orang yang tidak berdosa demi memuluskan jalan ambisinya agar namanya dikenang, saya kira itu sia-sia juga toh ada juga yang melupakan bahkan tidak kenal dengan mereka.
Dalam kegalauan ini kemudian entah mengapa saya tersadar dan membaca Alquran surah Al Ashr:
Allah ta’ala berfirman,
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ
آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا
بِالصَّبْرِ (3)
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).
Saya pikir inilah obatnya, kalau kita ingin hidup damai, tenang, dan tentram janganlah sia-siakan hidup ini hanya untuk hal sia-sia dan bahkan merugikan orang lain, saling menaatilah kita dalam hal kebenaran dan kesabaran karena sejatinya hidup ini adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita agar kita menjadi mahluknya yang tidak merugi.